Selasa, 14 Juni 2011

Menghujat Roh Kudus


Markus 3:20-30

Selamat pagi Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, Syalom.

Pagi hari ini kita akan belajar Firman Tuhan dengan tema MENGHUJAT ROH KUDUS. Mari kita membuka Markus 3:20-30. Kita akan baca secara bergantian, saya ayat 20, jemaat ayat 21, demikian seterusnya sampai ayat 30.
Sebelum kita merenungkan firman Tuhan ini, mari kita berdoa. Amin

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘hujat’ berarti caci, cela; fitnah. Sedangkan ‘menghujat’ artinya mencaci,  mencela; memfitnah.
Berarti kalau kita memakai KBBI ini, maka ‘menghujat Roh Kudus’ artinya adalah mencaci, mencela atau memfitnah Roh Kudus.

Ayat 29 dituliskan ‘barangsiapa ada yang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal’.
Mengapa demikian? Orang-orang seperti apakah yang menghujat Roh Kudus itu?

1.         Orang yang menghujat Roh Kudus adalah orang yang tidak mau percaya kepada Kristus.
Kita akan perhatikan ayat 20-22.

Ketika Yesus masuk ke sebuah rumah, ternyata ada orang-orang yang juga ikut datang. Pertama adalah orang banyak, kedua adalah kaum keluarga Yesus, dan ketiga adalah para ahli Taurat.

Ada yang menarik disini. Ketiganya memiliki respon yang berbeda. Orang banyak datang karena ingin mendengar pengajaran Yesus dan melihat mukjizat yang telah dilakukan-Nya. Kaum keluarga Yesus datang karena menganggap Yesus sudah tidak waras lagi, dan mereka hendak membawa Yesus. Sedangkan ahli-ahli Taurat datang jauh-jauh dari Yerusalem ternyata hanya untuk menyatakan kalau Yesus kerasukan Beelzebul (=Iblis), dan dengan kuasa penghulu setanlah Yesus mengusir setan.
Itulah sebabnya Yesus memberikan perumpamaan kepada mereka dalam ayat 23-27.

Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan, diantara ketiganya, kira-kira manakah yang menghujat Roh Kudus? Yah, para ahli Taurat dan saya kira kaum keluarga Yesus juga.
Mereka mempertanyakan kuasa yang dipakai oleh Yesus dan tanpa menyelidiki terlebih dulu, ternyata mereka sudah memberi cap/label kepada Yesus, bahwa Yesus menggunakan kuasa dari Iblis untuk melakukan semua mukjizat-Nya. Mereka tidak mau membuka hati mereka untuk percaya bahwa Yesus sungguh adalah Mesias yang telah dijanjikan itu.
Seharusnya mereka sudah mengenal Yesus, apalagi kaum keluarganya, tapi ternyata itu bukan jaminan, karena kaum keluarga Yesus sendiri mempertanyakan kredibilitas Yesus.

·         Ada seorang pemuda, anak orang kaya, anak satu-satunya, ia sangat menginginkan mobil baru sebagai hadiah kelulusannya. Dia mengatakan kepada Ayahnya, dan berharap kalau sang Ayah akan memberikan mobil tersebut. Tibalah hari wisudanya, ternyata Ayah hanya memberikan sebuah Alkitab, yang sangat indah kepadanya. Ia menjadi sangat kecewa, dan dalam hatinya berkata, ‘mengapa Ayahku tidak memberikan apa yang ku ingini, apalah artinya mobil itu dibandingkan dengan semua kekayaan yang dimiliki oleh Ayah’. Dia begitu kecewa sampai tidak mau lagi mengasihi sang Ayah, dan Alkitab itu hanya digeletakkan begitu saja. Sampai beberapa tahun kemudian sang Ayah meninggal. Pada saat membereskan barang-barang Ayahnya inilah, tanpa sengaja Alkitab itu jatuh dan meluncurlah sebuah cek yang disertai tulisan Ayahnya, ‘Anakku bawalah cek ini ke dealer mobil dan belilah mobil yang telah lama kau idam-idamkan itu. Dan pergunakanlah Alkitab sebagai petunjuk jalan di sepanjang hidupmu. Dari yang mengasihimu, Ayah’.

Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan, mungkinkan kita seperti anak itu? Tahu kalau Sang Bapa mengasihi kita, tapi menolak pemberian-Nya, karena kita hanya mau apa yang kita ingini saja. Memang kita datang ke gereja, mendengarkan firman Tuhan, mungkin membaca firman Tuhan juga setiap hari, namun benarkah kita sungguh-sungguh percaya kepada Yesus? KTP kita yang Kristen, tidak menjamin kita mendapatkan keselamatan. Perbuatan baik yang kita lakukan tidak menjamin kita mendapatkan pengampunan. Hanya satu kuncinya : ‘percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu’ (Kisah 16:31).

Orang yang menghujat Roh Kudus, yaitu orang yang tidak mau percaya kepada Kristus, tentunya tidak akan mendapatkan pengampunan, karena pengampunan diberikan bagi mereka yang mau meresponi anugerah Tuhan melalui iman dalam Tuhan Yesus.

2.         Orang yang menghujat Roh Kudus adalah orang yang tidak mau menerima kebenaran.
Ayat 23-27, Yesus memberikan perumpamaan bagi mereka yang mempertanyakan kuasa Yesus dan mengatakan kalau Yesus kerasukan roh jahat.

‘bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan’

Kebenaran itu sudah dinyatakan. Yohanes Pembaptis sudah berseru-seru dan mengatakan ‘sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripadaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak’ (Mrk 1:7). Namun orang-orang ini tetap tidak percaya kebenaran itu. Mereka menolak kebenaran dan tidak mau hidup dalam kebenaran tersebut.

Yohanes 14:6 menuliskan ‘kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku’. Namun orang yang menghujat Roh Kudus, tidak mau menerima kebenaran ini.

·         Seseorang yang merasa dirinya jagung datang ke psikolog minta dilayani. ‘Pak, setiap pagi, setiap saya hendak pergi ke kantor, saya takut keluar rumah’, katanya. Psikolog pun bertanya kenapa. Laki-laki itu menjawab, ‘karena saya takut dipatok ayam-ayam tetangga’. Setelah dilayani selama berminggu-minggu, akhirnya laki-laki ini pun mengalami kemajuan. Dia tidak lagi menganggap dirinya jagung. Pada kedatangannya yang terakhir, psikolog kembali menyakinkan dia kalau dia adalah manusia dan ternyata laki-laki ini sudah sembuh, begitu diagnosa dari psikolog. Namun ternyata begitu dia keluar dari kamar praktik psikolog tersebut, laki-laki ini kembali masuk dengan muka pucat. Psikolog bertanya, ‘apakah kamu masih merasa dirimu jagung?’ ‘Tidak pak’, kata laki-laki itu. ‘lalu kenapa kembali?’, kata psikolog. Laki-laki ini berkata, ‘pak, apakah ayam-ayam di luar sana sudah tahu kalau saya sekarang sudah jadi manusia lagi?’

Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan, kita tahu kebenaran, tapi apakah kita menolak kebenaran itu dan tidak mau hidup dalam kebenaran itu? Kita sering mendengarkan janji-janji firman Tuhan, tapi apakah kita sudah mengamini janji firman Tuhan itu? Kita tahu bahwa Tuhan yang kita miliki itu berkuasa dan sanggup melakukan apa yang tidak kita bayangkan, tapi apakah kita lebih suka datang ke orang pintar dan paranormal?

Orang yang menghujat Roh Kudus tidak mau membuka hatinya untuk kebenaran, dan orang yang seperti itu adalah orang yang bersalah karena sudah berbuat dosa kekal.

3.         Orang yang menghujat Roh Kudus adalah orang yang terus menerus tidak mau ditegur dosanya.
Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan, ayat 22 menuliskan bahwa ahli-ahli Taurat datang dari Yerusalem. Wow, bayangkan, mereka datang jauh-jauh hanya untuk bertemu Yesus, tapi kemudian setelah bertemu dan mendengar mukjizat yang dilakukan oleh Yesus, melihat bagaimana dengan berkuasa Yesus menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan-setan, para ahli Taurat ini ternyata tetap tidak percaya kepada Yesus.

Kalau Bapak/Ibu/Saudara perhatikan, mulai dari kemunculan Yesus di Kapernaum (Mrk 1:21 dst), ternyata orang banyak sudah membandingkan pengajaran Yesus dengan pengajaran para ahli Taurat. Orang banyak takjub akan pengajaran Yesus, karena Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa (Mrk 1:22). Dan dalam Mrk 2:1 dst dituliskan bagaimana Yesus menyembuhkan orang lumpuh, namun para ahli Taurat mengatakan ‘mengapa orang ini menghujat Allah’.

Dan saat itu Yesus sudah menegur mereka, namun ternyata mereka tidak menerima teguran Yesus, mereka menjadi marah dan segera bersekongkol dengan orang-orang Farisi dan orang-orang Herodian untuk membunuh Yesus (Mrk. 3:5-6).

·         Ada tiga orang pria yang sedang berbincang-bincang di sebuah kafe. Mereka masing-masing berprofesi sebagai dokter ahli bedah, insinyur dan politisi. Si dokter berkata, ‘profesi saya yang pertama kali ada di dunia ini. Di Alkitab disebutkan bahwa Hawa dijadikan dari rusuk Adam. Itu berarti dilakukan pembedahan’. Tapi si insinyur tidak mau kalah, ‘enggak mungkin. Profesi insinyur lah yang pertama kali ada. Bumi diciptakan dalam waktu enam hari, dari semula yang kacau balau itu. Artinya, disitu sudah ada pembangunan kan? Itu kan pekerjaan insinyur’. Politisi yang dari tadi diam saja, mulai bicara, ‘kalian benar. Tetapi menurut kalian siapa yang pertama kali menciptakan keadaan kacau balau itu?’

Jemaat yang dikasihi Tuhan, mungkin dalam hidup kita, kita juga seperti ketiga pria tersebut, yang tidak mau kalah, ingin menjadi pemenang dalam mengunggulkan diri sendiri. Kita menutup telinga kita dari teguran Tuhan. Kita tahu apa yang kita lakukan itu dosa, tapi kita menganggap dosa itu enteng. Kata orang, ‘dosa kan berjendol/benjol, jadi buat dosa aja setiap hari’, atau ‘kan Tuhan sudah bilang Ia akan mengampuni dosa, jadi kita buat dosa sekarang nanti malam doa minta ampun sama Tuhan’.

Itu menandakan kalau kita tidak sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan. Bertobatlah kalau itu terjadi, karena orang yang percaya sungguh-sungguh kepada Kristus tidak mau hidup dalam dosa, sekalipun masih bisa jatuh dalam dosa. Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan, Yohanes 16:8-11 menuliskan pekerjaan dari Roh Kudus, yaitu menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Sehingga orang yang menghujat Roh Kudus pastilah tidak mau menerima karya Roh Kudus dalam hidup mereka, dan itu artinya mereka menutup telinga mereka dari peringatan akan dosa.

Tiga hal yang bisa dikatakan sebagai menghujat Roh Kudus, tidak mau percaya kepada Yesus, tidak mau menerima kebenaran dan tidak mau ditegur dosa-dosanya.
Janganlah kita menjadi orang yang menghujat Roh Kudus, tetapi baiklah kita meminta kuasa Roh Kudus menyertai dan memimpin setiap langkah kehidupan kita.
Sebagai penutup, kita akan saksikan klip singkat bagaimana Yesus begitu mengasihi kita sekalipun kita menolak Dia.
Mari kita terima kasih dan anugerah Yesus.
Mari kita berdoa. Amin.

Persembahan = Pemborosan?


MATIUS 26:6-13

Selamat pagi Bapak/Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan. Pada pagi hari ini kita akan sama-sama belajar dari satu peristiwa di masa Yesus hidup, yang sampai saat ini dicatat dalam Alkitab dan diberitakan / dikhotbahkan oleh banyak orang.
Saya mengajak kita untuk kembali membuka kembali Matius 26:6-13.
Mari kita berdoa meminta hikmat Tuhan.
Amin.

Seringkali tanpa kita sadari, kita beranggapan bahwa memberi persembahan kepada Tuhan itu adalah suatu pemborosan. “Jangan kasih persembahan yang banyak-banyak, kita masih butuh duit buat beli susu anak-anak”, “Ngapain sih kasih persembahan banyak, pendeta kita kan sudah kaya”, “Aduh, bulan ini jangan kasih perpuluhan dulu deh, ada kebutuhan mendadak nih”, Kalau kasih uang persembahan dihitung-hitung dong, kan kantung kolektenya bukan cuma ada satu”. Kita mulai hitung-hitungan sama Tuhan. 

Bapak/Ibu/Saudara, hal yang sama juga dilakukan oleh murid-murid Yesus, khususnya Yudas, ketika mereka sama-sama melihat minyak yang sangat mahal itu dituangkan begitu saja ke atas kepala Yesus (ay. 7). Mereka mengatakan, “untuk apa pemborosan ini? Minyak itu kan dapat dijual seharga 300 dinar, uangnya akan lebih bermanfaat kalau diberikan kepada orang-orang miskin”. 

300 dinar itu berarti hasil gaji selama + 1 tahun (1 dinar 1 hari, 25 hari x 12 bulan). Ngapain boros, itu kan uang gaji selama satu tahun. Berarti mungkin itu merupakan uang tabungan + 2 tahun (kalau perempuan itu nabung sehari setengah dinar). Kok langsung dihabiskan begitu saja. Inilah pendapat murid-murid.
Kenapa murid-murid bisa berpikiran kalau memberi kepada Yesus = pemborosan?

1.       Murid-murid belum terbiasa memberi
Bapak/Ibu/Saudara, kenapa murid-murid (kalau dalam Yoh 12:4 dikatakan Yudas Iskariot) dengan gusar atau marah mengatakan untuk apa pemborosan ini?
Karena selama mereka hidup bersama-sama Yesus tidak sekalipun ada diantara murid-murid yang memberi kepada Yesus. Murid-murid belum terbiasa untuk memberi. Selama ini merka hanya tahu mengikut Yesus dan mendengarkan pengajaran Yesus. Nanti setelah kenaikan Yesus, dan hari Pentakosta, baru murid-murid sadar perlunya memberi persembahan kepada Yesus (Kis 2 = cara hidup mula-mula, Kis 5 = Ananias dan Safira).

Bapak/Ibu/Saudara, memberi persembahan kepada yesus tidak hanya duduk dengar firman, tapi juga mau merogoh kocek, mau mengeluarkan uang untuk dipersembahkan kepada Yesus. Jemaat mula-mula melakukan hal itu. Mereka menjual apa yang mereka miliki dan membawa hasil penjualannya kepada rasul-rasul, yang akhirnya dipergunakan untuk pelayanan juga.

Kalau kita belum terbiasa memberi persembahan kepada Yesus, memang awalnya akan berat sekali. Kalau belum terbiasa memberi perpuluhan, memang susah sekalli, apalagi kalau kita llihat nominalnya. Untung saya bulan ini 10 juta, kalau saya kasih perpuluhan 10%nya berarti 1 juta saya kasih ke gereja. Aduh besar sekali, ga usah deh 1 juta, cukup 500 ribu saja. Itu juga sudah besar.

Kita belum terbiasa memberi. Tapi kalau sudah terbiasa, maka akan lebih mudah kita mengeluarkan persembahan atau perpuluhan.
·         Adik saya mulai memberikan perpuluhan sejak dia masih sekolah. Saya masih ingat, dulu itu pertama kali dia kasih perpuluhan cuma 5000 rupiah. Itu juga terasa berat katanya. Dia kira-kira kasih segitu, jadi bukan perpuluhan yang jujur. Setelah dia kerja, mulai dia kasih perpuluhan yang jujur. Kurang lebih 3-4 bulan bekerja, dia cerita kalau dia bukan lagi kasih sepersepuluh, tapi dia kasih duapersepuluh, dan itu dilakukannya sampai sekarang, sekalipun dia sudah menikah. Ketika saya bertanya kepadanya, dia mengatakan, sepersepuluh itu haknya Tuhan, sepersepuluh lagi merupakan ucapan syukur Ice sama Tuhan.
Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan, kalau kita sudah terbiasa memberi persembahan atau perpuluhan buat Tuhan, pasti kita tidak akan mengatakan itu adalah satu pemborosan.

2.       Murid-murid melihat yang terbuang dan bukan yang terpakai
Ketika ada anak kecil yang memberikan lima roti dan dua ikan, Andreas, salah satu murid mengatakan apa artinya itu untuk orang sebanyak ini? Sehingga ketika melihat minyak wangi yang mahal, yang harganya + 300 dinar itu, yang merupakan gaji satu tahun, murid-murid langsung mengatakan itu adalah pemborosan.
Bagaimana tidak boros, minyak wangi yang mahal, bukan yang murah, kok seenaknya aja dituang keatas kepala seseorang. Kalau disemprot mungkin tidak seberapa yang dibuang. Tapi kalau dituang, ay. 7 mengatakan minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus yang sedang duduk makan, pasti banyak yang terbuang. Pasti minyak yang mahal itu, berceceran di tanah/lantai. Pasti tidak bisa diambil lagi, pasti tidak bisa dipakai lagi, dan pasti tidak bisa dijual lagi.

Murid-murid hanya melihat yang terbuang dan bukan yang terpakai. Karena sebelum minyak yang mahal itu terbuang dan berceceran di lantai, minyak wangi yang mahal itu sudah terlebih dahulu tercurah di kepala Yesus. Terpakai dulu, baru terbuang. Itu sebabnya Yesus mengatakan dalam ay. 10, mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan, tanpa kita sadari, ketika kita memberi persembahan untuk Tuhan, untuk gereja, kita juga berpikiran seperti murid-murid. Kenapa sih harus kasih perpuluhan, harus kasih persembahan. Coba kalau tidak perlu ada kolekte saat kebaktian, kalau tidak harus memberi perpuluhan, pasti uang kita tidak berkurang.
Kita lupa, bahwa setiap harinya atau bahkan setiap bulannya, kita mengeluarkan uang lebih daripada yang kita kasih untuk kolekte dan untuk perpuluhan. Kita masih melihat yang terbuang, yang memang haknya Tuhan, dan kita tidak mau melihat pada yang terpakai, yang benar-benar dipakai oleh kita. Lebih mudah untuk kita mengeluarkan uang 10 ribu untuk makan coto, daripada untuk kolekte. Lebih mudah kita keluar uang ratusan ribu untuk membeli pakaian daripada kita berikan untuk perpuluhan.
·         Ada satu cerita yang saya baca, penulisnya mengatakan kalau setiap hari Minggu ke gereja, orang ini selalu menyiapkan pakaian yang terbaik, Alkitab dan kendaraan, juga uang pecahan yang komplit (50 ribu, 20 ribu, 10 ribu, 5 ribu, seribu, 500 dan 100 rupiah). Semua uang pecahan itu ada gunanya.
Uang 50 ribu untuk mengajak doi jalan-jalan ke mall n makan seusai kebaktian di gereja. Uang 20 ribu untuk bensin.
Uang 10 ribu untuk tol.
Uang 5 ribu untuk sarapan pagi.
Uang seribu untuk parkir.
Uang 100 untuk pak ogah (tukang parkir tanpa identitas).
Dan uang 500 ya untuk kolekte.

3.       Murid-murid memakai hukum ekonomi (mengeluarkan biaya sedikit, tapi mendapat hasil yang banyak)
Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan, menurut saya masalah terbesar kenapa murid-murid marah itu terletak bukan pada minyak wangi, tapi pada kata mahal. Kalau minyak wangi biasa atau murahan, pasti murid-murid tidak akan semarah itu. Mau berapa botol kek, boleh dituangkan. Tapi karena minyak wangi ini adalah minyak wangi yang mahal, mereka merasa itu adalah sebagai pemborosan.

Murid-murid mulai menerapkan hukum ekonomi, walaupun pada saat itu hukum ekonomi belum ditemukan. Kalau minyak itu dijual, harganya 300 dinar, kalau kita kasih kepada orang-orang miskin, pasti masih ada lebihnya, mungkin bisa masuk dalam kas kita. Kan lumayan, kita tidak perlu keluar uang, kita malah mendapatkan uang. Itu hukum ekonomi, mengeluarkan biaya sekecil-kecilnya, untuk mendapatkan laba/untung sebesar-besarnya.

Kalau diterapkan dalam ilmu perdagangan atau bisnis, mungkin hukkum ekonomi bisa diterapkan. Tapi tidak bisa diterapkan dalam gereja. Tidak bisa. Firman Tuhan mengatakan siapa yang menabur, dia yang menuai. Menabur sedikit, tuaian juga sedikit. Menabur banyak, tuaian juga banyak. Berilah, maka kamu akan diberi.
Tapi kita kadang juga menerapkan hukum ekonomi saat kita memberi persembahan kepada Tuhan. Yuk kita kasih Tuhan, uang kolekte atau perpuluhan, supaya kita diberkati. Kita keluarin sedikit tapi mau mendapat yang banyak. Padahal kita memberi persembahan atau perpuluhan, bukan supaya diberkati, tapi karena sudah diberkati, maka kita memberi persembahan dan perpuluhan.
·         Suatu hari, setelah ibadah, terjadi percakapan dalam satu keluarga. Sang Ibu mengatakan: “Paduan suaranya tidak bagus, suaranya tidak menyatu”. Si Ayah pun ikut menimpali: “Iya, khotbahnya juga terlalu panjang dan bikin ngantuk”. Lalu si anak, yang baru berusia 7 tahun menjawab, “Benar, tapi musti diakui kalau pertunjukkannya cukup baik untuk 5 ribu rupiah”.

Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan, murid-murid mengatakan kalau apa yang dilakukan oleh perempuan itu, mencurahkan minyak wangi yang mahal, yang harganya 300 dinar, 1 tahun bekerja untuk bisa mendapatkan minyak wangi itu, adalah satu pemborosan. Itu pendapat murid-murid, tapi Yesus memuji apa yang dilakukan oleh perempuan itu. Yesus memujinya dan mengatakan, dalam ay. 10, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya dimana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.
Tuhan Yesus memuji dan tidak menyia-nyiakan persembahan perempuan itu. Bahkan dimana saja dan kapan saja, tindakan perempuan itu akan dikenang dan diingat.

Bapak/Ibu/Saudara, bukan suatu pemborosan kalau kita memberi untuk Tuhan. Bukan satu pemborosan kalau kita memberi persembahan dan perpuluhan. Bukan. Sebaliknya, persembahan kepada Tuhan menyenangkan hati Tuhan.

Maukah kita menyenangkan hati Tuhan? Maukah kita dipuji oleh Tuhan? Berikanlah persembahan kepada Tuhan dengan hati yang tulus dan rela. Karena Ia menyukai persembahan yang diberikan dengan rela hati.

Mari kita berdoa.

Orang Kaya Yang Bodoh


LUKAS 12:13-21

Ay. 13
Orang yang bertanya melenceng dari pengajaran Yesus. Dia ingin untuk dirinya sendiri/egois.
Orang itu ingin kaya, iri dengan saudaranya yang dapat warisan. Berarti dalam satu keluarga tidak semuanya kaya.
Dia bawa Yesus untuk menyelesaikan ,asalah kekayaan itu. Dia pengen kaya, dia pengen dapat warisan, dia minta Yesus yang selesaikan.
Salah tidak kalau kita pengen kaya dan minta sama Yesus? Tidak salah, tapi yang dilakukan oleh orang itu salah. Kenapa? Karena dia pengen keluar dari aturan yang sudah ada dan meminta Yesus untuk juga melanggar aturan yang ada.
Aturan bahwa yang sulung yang dapat warisan 2/3, tapi itu orang mau dibagi rata. Dengan kata lain, orang itu paksain kehendaknya sendiri dan Yesus disuruh ikutin maunya.
·         Kita juga sering bersikap begitu sama Yesus, paksain kehendak kita.

Ay. 15
Orang itu mugnkin miskin dan udah bosan hidup miskin. Dia pengen kaya. Atau orang itu sudah kaya, tapi pengen kaya lagi. Sampai-sampai Yesus perlu bilang, waspadai atau hati-hati terhadap kekayaan.
Bukan cuma orang miskin yang tamak, orang kaya juga bisa tamak.
Itu sebabnya kita perlu hati-hati, kita perlu waspada. Jangan sampai kita tamak.
Orang yang miskin jangan tamak, syukuri berkat yang ada.
Yang sudah kaya, jangan tamak, syukuri kekayaan yang aa pada kita.
Tuhan Yesus bilang hidup seseorang tidak tergantung pada kekayaannya.
·         Kita harus bersyukur untuk berkat yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

Ay. 17
Dia kaya tapi kenapa hanya bicara sendiri, tidak ada teman? Mungkin pelit, dsb.
Sudah sangat kaya tapi bingung dimana lagi harus simpan kekayaannya.
Kekayaannya tidak disalurkan untuk orang-orang yang miskin, tapi hanya untuk dirinya sendiri.
·         Kita harus mau berbagi dengan orang-orang di sekeliling kita.

Bersiap Untuk Natal


Selamat pagi Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan.

Biasanya setiap kali mau Natal, kita sudah buat persiapan. Beli baju baru, mau masak ini itu, belum lagi kalau jadi pengurus di gereja; rapatlah, latihan SM, latihan menyanyi, dekorasi, sewa tenda kaya GKI ini.
Padahal ada yang juga harus kita siapkan, dan ini lebih penting, namun kita sering melupakannya.

Firman Tuhan hari ini berjudul BERSIAP UNTUK NATAL.
Kita mau sama-sama belajar, persiapan penting apa yang harus kita punyai dalam menyambut Natal ini.
1.       Bukan cuma pakaian Natal yang harus kita siapkan, tapi kita juga harus siapkan hati kita.

Peristiwa Natal sudah terjadi 2000 tahun yang lalu, bagaimana Yesus lahir di kandang. Namun makna Natal yang sesungguhnya, bukan cuma Yesus lahir di kandang, tapi kedatangan Allah yang dari sorga, turun merendahkan diri menajdi sama dengan manusia.

Yohanes adalah seorang utusan dari Allah yang mempersiapkan orang-orang banyak untuk menantikan kedatangan Yesus.

Ayat 3 menuliskan ‘bertobatlah, beri diri dibaptis dan Allah akan ampuni dosa’.

Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Yesus.
Akui semua dosa yang telah kita lakukan, mohon pengampunan dan terima pengampunan-Nya.
·         Andai ku jadi kakaknya bapak
Menjelang natal ini, perbaiki hati kita.

2.        Ternyata bukan hanya hati kita saja, tapi kelakuan/perbuatan kita juga harus kita ubah.
Ketika Yohanes berkhotbah dalam mempersiapkan kedatangan Yesus, banyak orang-orang yang mendatanginya.
Bukan cuma orang-orang yang taat ibadah (ay. 7), tapi juga orang-orang yang biasa berbuat dosa (ay. 12, 14).
Yohanes bukan cuma menekankan pertobatan di dalam hati, tapi juga dalam perbuatan/kelakuan.

Saat kita tahu kalu yang kita lakukan adalah suatu dosa dan kita kita mengakuinya di hadapan Tuhan, maka jangan lagi kita melakukan dosa itu lagi.
Itulah yang disampaikan oleh Yohanes kepada para pemungut cukai dan para prajurit.
·         Rantai kebajikan
Bersiap untuk Natal, bukan cuma baju dan makanan, tapi juga tindakan/sikap hati kita.
Sudahkah kita siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus didalam kehidupan kita?

Dari Padang Ke Kandang


Selamat pagi Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan. Hari ini tema khotbah kita adalah Dari Padang Ke Kandang.

Saya punya satu keponakan. Baru satu. Dan waktu cici saya sedang hamil dia, saya juga ikut senang, karena berarti saya jadi ii/tante. Seluruh mata tertuju kepada janin yang di kandang oleh cici saya. Karena bila dia lahir, maka dia adalah anak pertama, cucu pertama dan keponakan pertama. Dan kami berdoa supaya anak yang lahir nanti adalah laki-laki, sebagaimana adat Cina bahwa anak laki-laki pertama yang menjadi tumpuan orangtuanya nanti. Menjelang cici saya melahirkan, kami juga sudah siap-siap. Bahkan dimana mau melahirkan, itu sudah disiapkan.

Kebanyakan orangtua pasti sudah mempersiapkan segala sesuatunya, sebelum anaknya nanti akan lahir. Kakak teman saya malah pergi ke Singapura beberapa minggu sebelum ia melahirkan supaya anaknya tercatat sebagai lahir disana.

Namun Maria, tidak bisa memilih tempat dimana ia akan melahirkan anaknya. Dan hanya ada dua pilihan baginya: melahirkan di kandang domba, atau melahirkan di jalanan.
Dan pilihannya jatuh pada kandang domba.

Bapak/Ibu/Saudara, seringkali kita hanya disibukkan dengan urusan tempat, alat-alat, tapi lupa pada pribadi/oknum yang akan lahir itu. Kita mungkin pernah bertanya, kalau Yesus adalah Tuhan, kalau Yesus adalah raja, kenapa Dia harus dilahirkan di kandang domba? Kenapa Yesus tidak dilahirkan di istana, atau paling tidak di hotel/penginapan. Kenapa harus di kandang?

Jawabannya cuma satu, supaya gembala-gembala yang ada di padang bisa datang berjumpa dengan bayi Yesus.  Coba bayangkan jika Yesus lahir di istana, pasti gembala itu tidak bisa datang ke istana. Kalaupun datang, pasti disuruh pakai jubah ungu/jas, kalau tidak pasti diusir, seperti grup musik Ungu yang dilarang masuk ke istana karena pakai celana jeans.

Kalau Yesus lahir di rumah/penginapan, pasti gembala tidak bisa langsung datang jumpa Yesus karena pemilik penginapan takut kalau gembala adalah perampok atau pencuri, karena datang pada waktu malam. Dan tempat yang paling baik adalah kandang, dimana tidak ada seorangpun yang bisa melarang siapa saja dan kapan saja datang menjumpai bayi Yesus.

Ay. 15-16 dituliskan bagaimana gembala-gembala itu cepat-cepat meninggalkan padang dan cepat-cepat datang ke kandang. Dari padang, mereka datang ke kandang, untuk membuktikan apa yang telah dikatakan oleh malaikat itu kepada mereka. Dan ketika mereka telah melihat-Nya, mereka bersukacita dan ay. 20 menuliskan gembala-gembala itu memuji dan memuliakan Allah.

Bapak/Ibu/Saudara, Yesus lahir ke dunia ini:

1.       Untuk orang-orang yang tidak punya jam istirahat, untuk orang-orang yang sibuk bekerja, untuk orang-orang yang hanya punya sedikit waktu untuk beristirahat dan saat waktu luang itu, kalau ingin berjumpa Yesus.

2.       Bukan hanya untuk orang-orang istimewa, pejabat, orang kaya, tapi juga orang-orang biasa, orang-orang sederhana, orang-orang yang bisa datang ke Yesus kapan saja.

3.       Supaya setiap orang yang berjumpa dengan Yesus mendapatkan sukacita di hati mereka. 


 Tuhan Yesus memberkati.